Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Bacaan Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Ketentuan Waktunya

Gambar
Bacaan Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Ketentuan Waktunya Setelah melaksanakan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan dan dilanjutkan dengan merayakan hari raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan (sunnah) melakukan puasa Syawal. Tata cara puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bersabda, bahwa seseorang yang berpuasa Ramadhan kemudian disambung dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka akan memperoleh pahala senilai puasa satu tahun. Berikut hadits lengkapnya: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)     Muhammad Abror dalam artikelnya di NU Online berjudul 'Tata Cara Puasa Syawal: Keutamaan dan Niatnya', menjelask...

5 Keutamaan Puasa Sunah Syawal, Rahasia Pahala Setahun Penuh

Gambar
Ini 5 Keutamaan Puasa Sunah Syawal, Rahasia Pahala Setahun Penuh   Bulan Ramadhan telah berlalu, dan kini umat Muslim memasuki bulan Syawal. Kepergian Ramadhan menimbulkan rasa rindu di hati seorang Muslim karena keberkahan ibadah di bulan tersebut, terutama puasa, merupakan anugerah yang besar.    Oleh karena itu, sebagian umat Islam melanjutkan ibadah puasa selama enam hari di bulan Syawal, mengikuti sunnah Rasulullah saw yang menyatakan bahwa pahala puas Ramadhan yang diikuti dengan enam hari puasa Syawal setara dengan pahala berpuasa setahun sebagaimana yang dilansir dari Lima Keutamaan Puasa Sunnah Syawal tulisan Amien Nurhakim.    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ   Artinya, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim). Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan lima keutamaan puasa sunna...

Malaikat Pun Menangis atas Kepergian Ramadhan

Gambar
**Malaikat Pun Menangis atas Kepergian Ramadhan* Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Itulah kenyataan yang sering kita dengar dalam kehidupan. Banyak orang begitu bahagia saat bertemu, hingga lupa bahwa kebersamaan itu sering kali hanya sementara. Ketika perpisahan tiba, kesedihan pun menyelimuti hati. Kini, bulan Ramadhan hampir usai. Ia akan pergi dan baru kembali sebelas bulan ke depan. Kita menyambutnya dengan penuh suka cita, mempersiapkan diri untuk mengisi hari-harinya dengan ibadah dan amal kebaikan. Selama sebulan penuh, pahala dari setiap kebaikan dilipatgandakan. Bahkan satu amal kebajikan di bulan Ramadhan bisa berlipat hingga seribu kali lipat pahalanya. Ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, sementara pintu-pintu neraka ditutup. Di dalamnya, terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Lalu, ketika Ramadhan pergi, tidakkah kita merasa sedih atas berlalunya limpahan keberkahan ini? Bahkan pada malam terakhir...