DEMAM MAK’SIAT
DEMAM
MAK’SIAT
Indonesia kiat sudah
cukup lama dilanda wabah penyakit demam ma’siat, dan saat ini
wabah tersebut semakin parah.
Demam ma’siat jauh
lebih berbahaya daripada demam berdarah. Karena demam berdarah sebagai cobaan
ilahi hanya menyerang jasmani, sedang demam ma’siat menyerang jasmani dan
rohani. Selain itu, demam menyerang berdarah sebagai cobaan ilahi siba
menghapus dosa dan mengangkat derajat, sedang demam ma’siat merusak martabat
serta menebar laknat.
Menanggulangi demam
berdarah, tidak cukup dengan hanya mengobati korban gigitan nyamuk demam
berdarah ( Aedes Agypti ), tapi harus diiringi dengan penghancuran sarang dan
pembasmian nyamuk-nyamuk demam berdarah. Begitu pula menghadapi demam ma’siat
tidak cukup hanya dengan mengobati korbannya, tapi juga harus di sertai dengan penghancuran
sarang ma’siat dan pembasmian nyamuk-nyamuk ma’siatnya.
Mereka hanya menebar
kema’siatan, seperti sindikat pemurtadan, pemuja iblis perdukunan, produsen /
distributor / penyalur dan perdagangan minuman keras, para pengedar narkoba,
bandar-bandar perjudian, germo-germo / mucikari pelacuran, penyebar pornografi
/ pornoaksi, dan para pengusaha tempat hiburan ma’siat beserta para preman
penjaganya dan oknum aparat pelindungnya, adalah nyamuk-nyamuk ma’siat
yang harus diberantas. Sedangkan tempat usaha kema’siatan adalah sarang
ma’siat yang harus dimusnahkan,karena dari tempat inilah kema’siatan
disebarluaskan ke segala penjuru. Adapun anggota masyarakat yang terjebak
program pemurtadan, praktek perdukunan, mabuk-mabukan, mengkonsumsi narkoba,
oarang miskin yang berjudi karena tergiur janji para bandar, atau gadis-gadis
desa yang tertipu yang dipaksa jadi pelacur, siawa SD yang memperkosa teman
mainnya akibat nonton VCD porno, dan lain sebagainya yang terjebak dalam perangkap
kema’siatan, mereka adalah korban gigitan nyamuk-nyamukma’siat yang
patut dikasihani, yang harus dibela, dilindungi , dan diselamatkan dari
kehancuran.
Dan waspadalah! Hari
ini mungkin anak orang lain yang terampok aqidahnya / terperosok dalam kemusyrikan
/ dicekoki miras / terkena narkoba / terjerat judi / diculik dan dipaksa jadi
pelacur / diperkosa teman mainnya sendiri akibat VCD porno. Akan tetapi esok
munkin anak anda atau cucu anda yang tersayang mengalaminya.
Karenanya, sebelum
itu terjadi, menjadi kewajiban kita bersama untuk mencegah segala bentuk
kema’siatan. Jangan sampai ada diantara kita yang bersikap cuek atau masa
bodoh, sehingga tidak peduli dengan kemunkaran dan kedzoliman yang
merajalela disekitar kita. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan
menyelamatkan anak cucu kita dari segala fitnah yang merusak aqidah dan agama!.
Aamiin!.
Terkait dengan hal
diatas, maka golongan nyamuk-nyamuk ma’siat merupakan kelompok orang
yang secara terang-terangan melakukan pelanggaran dan penistaan kepada Agama
dan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan
Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /
perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mereka dengan sikap
tanpa salah dan dosa, seenaknya melanggar hukum agama serta menubruk seperankat
perundang-undangan hukum formal negara yang mengatur sejumlah tindak
kema’siatan, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP ), Undang-Undang
psikotropika, Undang-Undang Narkotika dan lain sebagainya.
Dalam rangka
mengobati bangsa Indonesia yang sedang sakit demam ma’siat yang sudah kronis
ini, maka kami mengajak seluruh umat Islam dan segenap bangsa Indonesia:
- Menyemarakkan Amar Ma’ruf
Lewat majlis dzikir dan majlis ilmu di seantero
negeri dalam rangka mengobati mereka yang menjadi korban ma’siat.
2.
Menegakan Nahi Munkar
Dengan menghancurkan sarang-sarang ma’siat yang
menjadi pusat penyebar luasan kema’siatan.
3.
Menyempurnakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Melalui pembasmian nyamuk-nyamuk ma’siat
yang jahat dan berbahaya, dengan cara mulai dari yang paling lembut
hingga tegas dan keras bila terpaksa.
Namun demikian kita
harus mengakui, ternyata melaksanakan itu semua tidak semudah membalikan
telapak tangan. Kema’siatan yang terjadi di Indonesia saat ini dangan komplek,
ditambah lagi bermunculan sindikat-sindikat kema’siatan yang tersistem dengan
sangat rapih dan kuat.
Haq tanpa
sistem akan dikalahkan Bathil yang tersistem. Kaidah yang sudah lama menyatakan para pejuang
kebenaran namun selama itu pula banyak yang seperti tak peduli, bahkan
meremehkan. Akibatnya, beberapa banyak pejuang kebenaran yang gugur berjatuhan
tanpa membawa perubahan berarti terhadap tegaknya Haq di hadapan Bathil.
Makin merajalela
kema’siatan dan marak kemunkaran di Indonesai tak luput dari fenomena di atas.
Karenanya,kesalahan serupa tak boleh terulang. Bukankah Rasulullah SAW
mengingatkan umatnya bahwa orang yang beriman tak terpadu / tersengat dari satu
lubang sarang binatang dua kali, sebagaimana diriwayatkan Asy-Syeikhkân rhm.
Parahnya, di
Indonesia sudah sejak lama kebathilan terlembagakan. Jaringannya luas menembus
semua lini dan sektor. Embrio kebathilan dalam bentuk sindikan mafia
sudah mulai muncul sejak Orde lama. Sedang Orde menjadi orde pertumbuh
mafia secara besar-besaran. Adapun di era reformasi, gerakan mafia telah
menjadi dewasa. Hiruk-pikuk reformasi dan euforia demokrasi menjadi “
peluang emas “ bagi sindikat kebathilan. Saat supremasi hukum
ambruk, justru mafiaisme semakin kokoh dan perkasa. Cara kerja mafia di tanah
air tidak kalah canggih dan liciknya dengan mafia Sicilia di Italia yang sudah
kesohor, bahkan mungkin lebih bejat.
Berdalih organisai
kepemudaan mereka merekrut para preman disetiap daerah berdalih bela
Negara para preman tersebut dikirim kr pusat-pusat pelatihan militer
secara resmi. Berdalih menjaga keamanan mereka memeras pengusaha
besar maupun kecil diseluruh wilayah. Sejumlah bisnis haram yang beromset
Milyaran rupiah perhari. Berdalih agama mereka kampanye anti
kekerasanuntuk ketenangan bisnis ma’siat. Dan berdalih mewakili daerah /
golongan merekapun menempatkan wakilnya dilembaga tertinggi negara.
Bahkan kini, dengan
dalil reformasi mereka berhasil mendirikan partai politik dan
ikut bertarung dalam pemilu 2004.
Jaringan
mafia telah
menggurita di berbagai instansi swasta mau pun pemerintahan. Sepanjang waktu
mereka punya orang kepercayaan dipemerintah pusat dan daerah, termasuk
dijajaran penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan kehakiman. Hal ini
terjadi karena para mafia telah sukses menjadi “ Bapak Asuh “ bagi banyak oknum
pejabat birokrat dan penegak hukum.
Jauh sebelum para
anak asuh mafia menempati posisi penting dipemerintahan, mereka saat sekolah telah
mendapat bea siswa dari para mafia. Kehidupan mereka di biayai sekaligus
dibina. Bahkan selanjutnya untuk kenaikan pangkat dan jabatan, serta untuk
penempatan wilayah kerja para anak asuh tadi, para mafia pun memainkan peranan
penting. Melalui kekuatan uang dan kekuasaan, mereka bisa mengatur dengan
mudah. Sehingga utang budi yang ditanam para bapak asuh harus dibayar totalitas
kepatuhan para anak asuh terhadap aturan dan keinginan bapak asuhnya.
Jalinan persahabatan
dengan berbagai partai politik demikian kental atas dasar saling memberi dan
menguntungkan. Parpol tersebut mendapat sogokan dana besar-besaran dari bisnis
setan, dengan kompensansi para mafia dapat keuntungan dari sistem. Manakala
para politisi duduk di dewan maupun sebagai birokart, maka hubungan dengan
mafia sang pendana semakin dijalin erat.
Ketamakan dan
kerakusan pejabat biadab lebih menyburkan pertumbuhan jaringan mafia
dimana-mana. Untuk memuaskan nafsu serakahnya, banyak oknum pejabat sengaja
menutup mata dari segala peranggaran yang dilakukan oleh para mafia, bahkan
tidak malu-malu melindunginya rupa bagi kemudahan aktivitas mafioso.
Orang bijak pernah
mengatakan : “Dunia ini sebenarnya cukup memenuhi kebutuhan seluruh
manusia, tetapi tidak akan cukup untuk memuaskan kerakusan seorang
manusia”.
Biadabnya, mereka
membeli yang bisa dibeli, dan membunuh yang menjadi musuh. Kesewenang-wenangan
menjadi ciri khas, kebal hukum menjadi hak istimewa.
Liciknya, mereka
berhasil merekayasa sejumlah orang untuk ditokohkan dan diulamakan,
selanjutnya atas nama agama para tokoh / ulama boneka tadi melakukan pembenaran
kema’siatannya. Bahkan mereka juga berhasil merekayasa sejumlah
LSM / ormas dengan label “Islam” dalam rangka mengamankan omset
haramnya.
Tragisnya, sejumlah
ulama dan ormas islam sungguh, terjebak dalam “ grand
design mafioso “ dengan skenario mengalihkan perhatian perjuangan
amar ma’ruf nahi munkar kepada penyemarakan amar ma’ruf saja, sambil sekaligus
memalingkan mereka dari kewajiban nahi munkar.
Dalam skenario ii,
jaringan mafia memanfaatkan orang-orang mereka yang dianggap “baik”
di tengah masyarakat, yang memang terselubung kebejatannya. Mereka bisa berasal
dari kalangan pengusaha, konglomerat, tehnokrat, birokrat, aparat, politis,
anggota dewan, ulama gadungan dan lain sebagainya. Orag-orang mereka inilah
yang melakukan pendekatan-pendekatan kepada para Ulama dan para aktivis da’wah
serta LSM / ormas Islam. Bahkan jika perlu menjalin hubungan yang sangat akrab
dengannya, entah menjadi muridnya atau shabatnya atau pula anggota
organisasinya.
Mereka pun menanam
berbagai budi baik, bahkan tak jarang menjadi donatur tetap perjuangan da’wah.
Mereka siap membangun majelis ta’lim sang aktivis da’wah, rumahnya, pondok
pesantrennya, organisasinya, atau mendanai aktivitas sosialnya seperti santunan
anak yatim, fakir miskin, janda lemah dan lain sebagainya, atau pula membiayai
perjalanan / sapari da’wahnya keliling negeri bahkan dunia.
Dengan semua itu,
jika mereka masih tidak mampu merangkul Ulama / Aktivis Da’wahnya / Ormas Islam
untuk dijadikan stempel kemunkaran sebagai balas budi dari segala
kebaikan yang sudah mereka berikan , maka setidaknya mereka bisa menyibukkan
para Ulama / Aktivis Da’wah / Ormas Islam denganberbagai kegiatan amar ma’ruf
secara habis-habisan sehingga mereka tidak punya waktu untuk nahi munkar.
Upaya tersebut
ternyata tidak sia-sia. Buktinya sejumlah Ulama / Aktivis Da’wah / Ormas
Islam disibukan dengan amar ma’ruf hingga melipakan kewajiban nahi munkar.
Bahkan ada yang saking terlenanya, menolak penerapan Syariat Islam di
Indonesia, sekalipun hanya bagi umat Islam, dan walaupun secara bertahap.
Di antara mereka ada
yang terjebak dalam program kampanye anti kekerasan yang justru di pelopori
oleh para mafioso kemunkaran dalam rangka mengamankan bisnis haramnya. Dengan
dalih kelembutan Islam meraka kampanye anti kekerasan secara membabi buta.
Generalisir program dengan pembusukan makna pun terjadi, segala bentuk amar
ma’ruf nahi munkar yang tidak lembut adalah tindak kekerasan yang harus dikecam
, di kutuk dan dilawan. Para mafia pun bertepuk tangan, karena berhasil
menjebak pera Ulama / Aktivis Da’wah / Ormas Islam tanpa mereka sadari.
Padahal, kekerasan
merupakan cerminan dari dua sikap ;
Pertama, ketegasan sikap dan
ketegaran prinsip.
Kedua , cerminan
kekasaran sikap kebengisan hati.
Kekerasan sebagai
cerminan tegas sikap dan tegar prinsip adalah kekerasan yang terpuji, dan
tidak bertentangan dengan syari’at. Karenanya, dalam surat At-Taubah ayat 73
dan At-Tahrim ayat 9, Allah SWT memerintahkan Rosululloh SAW untuk berda’wah
bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan munafiq.
Adapun kekerasan
sebagai cerminan kasar sikap dan bengis hati adalah kekerasan yang
tercela, dan larang keras oleh syari’at. Karenanya dalam surah Ah-Nahl
ayat 125 dan Al-Imran ayat 159, Allah SWT memerintahkan Rosulullah SAW untuk
berda’wah dengan hikmah, ‘arif, bijak, lemah lembut tidak boleh kasar atau pun
bengis.
Kekerasan yang
tercela ini lah yang biasa di sebut sebagai “kekerasan”, sedang kekerasan yang
terpuji biasa disebut dengan “sikap tegas dan keras”.
Sungguh sangat
menyedihkan dan memprihatinkan ,gerakan mafia Indonesia telah mengais berbagai
keuntungan syaithaniyyah. Musibah besar pu terjadi , uang dituhankan , agama
diperjualbelikan, fakta diputarbalikan yan batil dianggap kebaikan yang haq
disebut kekerasan tercela, ulama dibilang penjahat, bajingan diulamakan,
pahlawan jadi pecundang, begundal jadi pahlawan, gerkan anti ma’siat dicap
anarkis, aktivitas kema’siatan dikatakan kebutuhan. Sendi-sendi moral bangsa
runtuh, harga diri hilang, budaya santun lenyap, kekejian dan keberingasan
selalu menyertai kemunkaran.
Akhirnya semua itu
mengantarkan bangsa ini kepada krisis multidimensi yang telah mengundang
kemurkaan Allah SWT, sehingga terjadi berbagai bencana yang menghancurkan
bangsa dan negara.
Mafia membangun
ma’siat menjadi kekuatan jahat yang bengis dan keras tidak berperi-kemanusiaan.
Dimana-mana terjadi keresahan dan ketakutan.
Inna
lillahi wa inna illaihi raji’un
Akankah keadaan ini
kita biarkan ?!
Saat kema’siatan
masih bersifat individual, dilakukan oleh orang per orang, tak
ada yang memungkiri bahwa kelembutan harus di kedepankan. Namun saat ma’siat
sudah bersifat struktural, ia terlembagakan dan tersistem, bahkan
menjadi raja menakutkan yang menentukan kebijakan di tengah masyarakat, berubah
menjadi satu sindikat mafia yang jahat dan biadab, menancapkan kuku kedurjanaan
di seantero negeri. Masihkah kelembutan menjadi jawaban ?!
Lalu, kenapa Allah
SWT merestui Nabi SAW untuk mengangkat pedang memerangi musuh-musuh Islam ? Dan
tercatat dalam sejarah Islam tidak kurang dari 29 peperangan yang terjadi di
zaman Nabi SAW antara kaum muslimin melawan kaum kafirin, bahkan sejumlah
peperangan terjadi pada bulan-bulan haram.
Perang
adalah kekerasan ; darah tertumpah, ribuan nyawa melayang, harta benda musnah. Anarkiskah
Nabi SAW ?! mengiskah Nabi SAW ?! Tercelakakah kekrasan perangnya Nabi SAW ?!
Demi Allah, Rosulullah SAW
adalah orang yang sabar, bijak lagi lemah lembut. Namun kearifan beliau
tersebut tidak mengurang sikap tegas, berani dan keras terhadap kema’siatan dan
kekufuran.
Orang silakan
berteriak, bahwa amar ma’ruf nahi munkar dengan menghancurkan kema’siatan
adalah tindak kekerasan yang merugikan materi milik orang lain. Tapi dia lupa
atau pura-pura lupa,bahwa kema’siatan itu sendiri adalah tindak kekerasan yang
merugikan akhlaq dan moral banyak orang yang tak bisa dinilai dengan
materi.
Orang silakan
berteriak, bahwa amar ma’ruf nahi munkar dengan meremukkan kema’siatan adalah
tindak anarkis yang mengantarkan kepada mudharat yang lebih besar. Tapi
dia lupa atau pura-pura lupa, bahwa kema’siatan itu sendiri lebih dari sekedar
anarkis, karena telah menimbulkan mudharat yang sangat besar selama
keberadaannya, dan ia siap menimbulkan mudharat yang lebih dasyat lagi apabila
dibiarkan tetap berjalan.
Jadi jelas, lembut
dan keras hanya soal teknis amar ma’ruf nahi munkar. Jangan
dipertentangkan, lembut ada tempatya dan keras ada saatnya, keduanya memilik
dalil syar’i yang bisa dipertanggungjawabkan.
Mengedepankan
kelembutan adalah kemestian, namun tatkala kebrutalan tak dapat di hentikan
kecuali dengan kekerasan, maka kekerasan menjadi keharusan.
Islam adalah agama
perdamaian, tapi bukan berarti pasrah kepada kemunkaran dan kezhaliman. Islam
adalah agama kelembutan, tapi bukan nerarti diam terhadap kebengisan dan ke
brutalan.
Setiap kampanye
perdamaian untuk memadamkan api perlawanan terhadap kemunkaran dan kezhaliman
adalah pengkhianatan. Sebaliknya, setiap kampanye perang untuk melawan
kemunkaran dan kezhaliman adalah perjuangan.
Semua kampanye
kelembutan dengan tujuan membiarkan kebengisan dan ke brutalan ma’siat adalah
kejahatan. Sebaliknya, semua kampanye kekerasan untuk menghentikan kebengisan
dan kebrutalan adalah ke bajikan.
Damai terhadap
kemunkaran dan kezhaliman adalah ke munafikan. Lembut terhadap kebengisan dan
kebrutalan adalah kefasikan.
Wahai umat Islam
! wahai bangsa Indonesia ! Bangkitlah engkau, sebelum Indonesia menjadi Republik
Mafia!
Ingat, jika mafia
yang menguasai dan mengatur negeri ini, kebebasanmu akan di rampas, langkahmu
akan dibatasi mulutmu akan di bungkam, hidupmu akan diganggu usahamu akan
diporakporandakan, jiwamu akan di ancam, harta bendamu akan dirusak, keluarga
dan keturunanmu akan di musnahkan !
Apalagi, saat ini kami menduga
kuat bahwa kema’siatan dan kemunkaran yang marak dan merajalela di seantero
negeri, bukan hanya sekesar menjadi bisnis haram bagi para mafioso.
Melainkan telah menjadi senjata penghancur bangsa yang digunakan oleh kekuatan
asing untuk memporakporandakan Indonesia.
Sejak keruntuhan
kekuatan komunisme internasional yang di tandai dengan pembubaran Uni Soviet
dan pengkotakan nagara-nagara balkan. Kekuatan kapitalisme internasional yang
di motori oleh Amerika Serikat dan Europa Barat telah secara terang-terangan
menjadikan kekuatan Islam sebagai ancaman serius bagi kepentingan mereka.
Meraka memutuskan bahwa Islam adalah musuh. Sehingga mereka dengan segala
kemampuan dan cara melakukan berbagai upaya jahat untuk menghancurkan kekuatan
Islam di seluruh belahan dunia.
Karenanya, kita tidak
terkejut dengan paradigma konflik Barat – Islam yang di usung
oleh para sarjana Barat. Di antaranya adalah tesis samuel P Hungtington yang
sangat populer dengan judul “Clash of Civilization “ ( Benturan Peradaban ).
Terlepas dari pro kontra, tesis tersebut bukan sekedar wacana dari sejumlah
analisa dan prediksi, tapi lebih menjadi pemaparan rencana busuk Barat terhadap
Islam.
Di tengah kekuasaan
Dunia islam, negara Indonesia mempunyai kedudukan istimewa, karena sejumlah kelebihan
yang dimilikinya. Dengan keisti mewaan tersebut Indonesia berpotensi besar
untuk menjadi lokomotif gerakan Islam dunia,bahkan menjadi pemimipin Dunia
Islam di masa mendatang. Hal ini membuat Barat gerah, sehingga mereka secara
pro aktif menggerogoti potensi Indonesia tersebut. Tidak heran jika Indonesia
akhirnya menjadi target utama penghancuran, agar supaya negeri
ini tidak menjadi ancaman serius di kemudian hari bagi nafsu Barat yang ingin
selalu menguasai dan mengendalikan...
Berikut ini sejumlah
keistimewaan Indonesia sekaligus cara Barat menggerogoti :
A.
Indonesia adalah
negara kaum muslimin terbanyak penduduk muslimnya di dunia.
Secara Demografi
penduduk Indonesia terdiri dari 370 suku bangsa dengan 67 bahasa induk.
Berdasarkan Sensus Penduduk indonesia pada tahun-tahun 1930, 1961 dan 1971,
tercatat bahwa 60 % penduduk Indonesia berada di pulau Jawa. Dan selama itu
rata-rata jumlah umat Islam hampir mencapai 90% dari seluruh penduduk
Indonesia.
Sedang berdasarkan Sendus penduduk Indonesia
pada tahun-tahun 1980, 1990 dan 2000, didapatkan jumlah jiwa dan prosentase
masing-masing umat beragama sebagai berikut :
|
NO. |
AGAMA |
ISLAM |
KRISTEN |
KATHOLIK |
HINDU |
BUDHA |
LAIN LAIN |
JUMLAH |
|
TAHUN |
||||||||
|
1. |
1980 |
128.426.176 87,1 % |
8.505.696 5,8 % |
4.355.575 3,0 % |
2.988.461 2,0 % |
1.391.991 0, 9% |
Tidak Tercatat + 1,2 % |
145.703.899 Tanpa
lain-lain |
|
2. |
1999 |
156.318.160 87,2 % |
10.820.769 6,0 % |
6.411.749 3,6 % |
2.287.309 1,8 % |
1.840.693 1,0 % |
568.608 0.3 % |
179.247.738 |
|
3. |
2000 |
177.528.772 88,2 % |
11.820.075 5,9 % |
6.134.902 3,1 % |
3.651.939 1.8 % |
1.694.682 0,8 % |
411.629 0,2 % |
201.241.999 |
Sumber . Badan
Pusat Statistik – Jakarta Indonesia
Data
Statistik Kependudukan ini sekaligus menepis issu Bahwa umat islam yang
murtad masuk kristen mencapai 15 jutaan orang , serta jumlah umat kristen di
indonesia sudah mencapai 15 jutaan jiwa. Semua itu dusta bertentangan dengan
data dan fakta yang sebenarnya.
Kenyataan
ini menjadi perhatian serius pihak barat. Mereka pun menggalakan program
kristenisani di indonesia secara besar-besaran. Dengan memaksimalkan fasilitas
dan pendanaanya serta mengoptimalkan aktivitas para penginjil lokal mau pun
misionaris internasional.
Siasat
mereka untuk menggrogori potensi kwantitas dan kwalitas umat islam yang
mayoritas di indonesia , telah di tuangkan dalam keputusan dewan gereja
indoneisa di jakarta tertanggal 31 september 1979, yang mencakup konsep, tujuan
dan kegiatan kristenisasi di bidan sosial kependudukan ekonomi, pendidikan,
politik, informasi, hukum undang-undang dan pemerintah.
Keputusan
yang sebenarnya menjadi dokumen rahasia gereja tersebut, untuk pertama kalinya
dipublikasikan oleh majalah Crescent Internasional , toronto – canada,
edisi 16- 30 november 1988, halaman 8. Kemudian disebarkan luaskan dari London
ke seluruh Eropa hingga Asia termasuk Malaysia dan Indonesia.
Ketika itu
tidak ada bantahan dari pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). Namun begitu
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan oleh majalah Media
Da’wah No. 192, Dzul Qa’dah 1410 H / Juni 1990 M, PGI melalui Sekretaris
Umum Majelis Pekerja PGI, Pdt.Dr.J.M. Pattiasina, mengirimkan surat bantahan.
Silahkan
lihat buku Fakta dan Data Usaha-usaha Kristenisasi di Indonesia
yang diterbitkan oleh majalah Media Da’wah pada tahun 1991.
2.
Indonesia adalah negara kaum Muslimin terluas wilayah teritorialnya
Secara Tofografi
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentang luas dari Barat ke Timur
Khatulistiwa sepanjang 5.110 km, dan Garis Meredian membujur dari Utara ke
Selatan sepanjang 1.888 km.
Gugusan kepulauan
Indonesia yang terdiri lebih dari 13.667 pulau terletak diantara garis 6° LU -
11° LS dan diantara garis 95° - 141° Bujur Timur Greenwich.
Luas wilayah
Indonesia seluruhnya mencapai 5.193.252 km², dengan 1.904.569 km² luas daratan,
dan 3.288.683 km² luas lautan.
Keluasan wilayah
Indonesia membuat wilayah waktu nasional menjadi 3 : Wilayah Indonesia Barat
(WIB), Wilayah Indonesia Tengah (WITA), dan Wilayah Indonesia Timur (WIT).
Fakta ini pun membuat
Barat tak nyaman, karena dengan kelebihan ini potensi Indonesia untuk menjadi
kekuatan Islam Internasional semakin besar.
Inilah yang mendorong
Barat untuk mendukung sepenuhnya segala bentuk upaya pelepasan diri wilayah
mana pun dari NKRI.
Kita bisa melihat
peran penting mereka dalam pelepasan Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi.
Begitu pula keterlibatan mereka, langsung atau tidak langsung, dalam gerakan
RMS (Republik Maluku Selatan / Srani) manapun OPM (Organisasi Papua Merdeka).
Bahkan dalam kasus GAM (Gerakan Aceh Merdeka) pun, terindikasi dengan jelas
keterlibatan mereka untuk menciptakan suasana tidak kondusip dengan mengadu
domba TNI dan GAM.
Belakangan terdengar
pula rencana gerakan Deli Merdeka, Riau Merdeka, Minahasa Merdeka, dan
sebagainya. Semua ini akan menjadi konsumsi lega bagi Barat dalam upaya memecah
belah NKRI agar kemudian tidak lagi menjadi negara kaum muslimin terluas
diwilayahnya di dunia.
3.
INDONESIA
adalah negara kaum muslimin terkaya hasil alam, laut dan buminya.
tak ada yang
memungkiri kekayaan alam, laut dan bumi Indonesia melimpah ruah. Allah SWT
telah melimpahkan karunia-Nya yang begitu besar kepada negeri ini..
jika di Timur Tengah
dikaruniakan oleh Allah SWT minyak bumi yang berlumpah, maka Indonesia
dikaruniakan bukan saja minyak bumi yang berlimpah bahkan “minyak langit”
yaitu minyak yang di produksi dari kelapa sawit. Di Indonesia
terdapat jutaan hektar kebun rakyat yang di tanami kelapa sawit
Indonesia juga di
karuniakan berbagai hasil pertambangan yang besar, seperti gas alam, emas,
perak, platina, timah, aluminium, tembga, besi, baja, beton, nikel, batubara,
belerang, aspal, fosfor, dan lain sebagainya.Bahkan bumi indonesia banyak menyimpan
kandungan uranium ( bahan baku nuklir ) dan berbagai batu
perhiasan yang langka dan mahal.
Di samping itu,
kesuburan tanah indonesia telah menjadikan indonesi sebagai penghasil
rempah-rempah terkemuka di dunia. Ditambah dengan hasil hutan yang luar biasa.
Belum lagi hasil
lautnya, Indonesia terkenal sebagai negara pengekspor ikan tuna dan udang
lobster, di samping berbagai jenis makanan laut lainnya. Itu belum termasuk
mutiara yang berserakan di lautan nusantara.
Di atas kertas,
kekayaan alam, laut dan bumi Indonesia lebih dari cukup untuk untuk menghidupi
rakyat dan negara Indonesia. Bahkan dengan kalkukasi ekonomi sederhana saja
sudah dapat disimpulkan bahwasanya Indonesia jangankan berpenduduk dua ratus
juta jiwa seperti saat ini, andaikan mencapai milyar jiwa pun, masih lebih dari
memadai kekayaannya. Asalkan semua potensi kekayaan tersebut digarap dan
dikelola dengan baik dan benar, serta ujur dan amanat.
Lagi-lagi potensi
luar biasa yang di miliki Indonesia ini telah membuat Barat ketar-ketir. Karenanya,
dengan kekuatan politik dan kekuasaan internasional mereka melakuka ekspansi
ekonomi secara besar-besaran ke Indonesia. Berbagai proyek pertambangan raksasa
di Indonesia di garap oleh berbagai perusahan asing, seperti Ekson Mobil,
Caltex, Mobil Oil, Freeport, Newmont, dan lain sebagainya. Itu pundengan system
bisnis kapitalis yang hanya menguntungkan mereka, sementara kita hanya menerima
ampasnya saja.
Sedang hasil hutan
dan laut Indonesia di garap habis-habisan oleh berbagai perusahan dan kapal-kapal
asing, legal mau pun illegal.
Dengan cara demikian,
akhirnya Indonesia tidak bisa menikmati kekayaannya , bahkan terus menerus
hidup kemiskinan dan kemelaratan. Kasihan, tikus kematian kelaparan di
lumbung padi.
4.
Hidup adalah negara
kaum muslimin terstrategis letak geografinya
Secara geografis
letak Indonesia sangat strategis bagi lalu lintas perdagangan dunia. Hal inilah
yang telah mendorong pemerintah Indonesia beberapa tahun yang lalu untuk
menghidupkan pulau Batam di Kepulauan Riau sebagai pusat bisnis dan industri
internasional.
Banyak pihak di
negeri ini berharap agar Batam ke depan mampu mengambil alih peran Singapura
dalam mengelola lalu lintas perdagangan dunia.
Namun, proyek Batam
tidak berjalan sebagaimana diharap dan direncanakan, karena pihak Barat telah
mencium potensi besar yang sangat menguntungkan Indonesia. Berbagai rintangan
berat menggajal dan menghalangi Indonesia. Sekal pun hingga saat ini pemerintah
RI tetap berusah samaksimal mungkin, namun Barat tetap tidak memberi dukungan seriusterhadap
proyek tersebut. Bahkan mereka makin semangat mendorong Singapura untuk
mengoptimalkan fungsi dan perannya sebagai pusat perdagangan dunia di Asia
Tenggara.
Persaingan tidak
sehat pun terjadi antara Indonesia dengan singapura . Belakangan singapura yang
di dukung Barat ikutan- ikutan menghebuskan issu tak sedap tentang Indonesia
sebagai sarang teroris.
Bagi Barat, Indonesia
identik dengan Islam. Kemajuan Indonesia adalah kemajuan kaum muslimin, dan
kemunduran indonesia adalah kemunduran kaum muslimin.
5.
Indonesia adalah negara kaum muslimin teerbebas
gerakan da’wahnya.
Kebesan di Indonesia
memiliki sisi negatif dan positif. Negatifnya, berbagai aliran pemikiran sesat
dan menyesatkan bisa berkembang meluas dengan mudah, termasuk aneka kema’siatan
bisa melenggang dengan bebasnya, hingga pemurtadan umat Islam pun menjadi
pemandangan biasa.
Positifnya, aneka
system dan metode da’wah Islam berkembang bebes, aktivitas para juru da’wah
bisa maksimal, sehinggan gerakan Islam pun tumbuh pesat seluruh pelosok negeri.
Kebesab da’wah di
Indonesia tidak terlepas dari perjuangan para Ulama dan Umat Islam Indonesia,
yang sejak zaman pejajahan hingga kini, tiada henti-hentinya melakukan
perlawanan terhadap segala bentuk upaya licik pihak mana pun yan inigin mematikan
atau membosai da’wah Islam.
Salah satu kebebasan
da’wah di tengah masyarakat Indonesia yang bisa kita rasakan dalam kehidupan
sehari-hari, dari kota sampai desa, adalah bagaimana masyarakat bisa
mengekspresikan tabligh dalam bentuk yang variatif dan imajinatif.
Di Indonesia
masyarakat bisa menggelar tabligh dalam bentuk ceramah umum agama Islam, kapan
saja dan di mana saja. Mereka bisa melaksanakan di waktu pagi, siang, sore,
ataupun malam. Mereka bisa di lakukan di rumah, musholla, masjid, majelis ta’lim,
madrasah, pondok pesantren, sekolah, kantor, pabrik, pasar, terminal, stasiun,
lapangan terbuka , di gang-gang kecil sampai menutup jalan raya sekali pun. Hal
ini tidak kita dapatkan di negeri Islam lain, apalagi di negeri kafir.
Nah, kebebasan da’wah
seperti ini pun tidak disukai Barat, karena bagi mereka hanya akan menyugukan
bibit-bibit militansi keislaman umat. Mereka pun berupaya agar sisi positif di
indonesia diminimalisir, bahkan sedapat mungkin dieliminir, agar tidak
menguntungkan da’wah Islam. Sedang sisi negatifnya harus dipelihara, bahkan di
tingkatkan sebisa mungkin agar bisa menghancurkan atau sekurang-kurangnya
membendung laju da’wah Islam.
Disinilah mereka
hidupkan gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar utuk menghancurkan
gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Demikianlah, sejumlah
keIstimewaan Indonesia yang menjadi potensi besar bagi perjuangan dunia Islam
digerogoti secara licik dan jahat oleh Barat, baik dengan tangan mereka
langsung mau pun lewat tangan antek-anteknya diseluruh penjuru dunia.
Khusus berkaitan
dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, ‘Barat punya cara sendiri untuk
menghancurkan kekuatan Islam di Indonesia lewat kema’siatan dan kemunkaran.
Para musuh Islam ini
sadar betul bahwasanya untuk menghancurkan kekuatan Islam di dunia, termasuk
Indonesia, tidak bisa lewat perang konfesional dengan menggunakan senjata
secanggih apa pun. Namun harus melalui cara : perang pemikiran dan moral.
AS dan begundalnya
pun melancarkan serangan membabi buta ke Indonesia dengan meluncurkan rudal
kemunkaran dan roket ma’siat-nya. Tahapan dan rincianya
bisa kita rangkumkan dalam tiga langkah penghancuran pemikiran dan moral
:
Pertama, merekrut
sebanyak-banyaknya muslim Indonesia melalui bea siswa belajar di perguruan
Tinggi AS dan Eropa bahkan sebagian dikirim ke pusat pembelajaran Islam dengan
metode orientalisme.
Ironis, para pelajar muslim
mempelajari dan mengkaji tafsir-hadits serta Ilmu Keislaman lainnya dari para
guru besar Yahudi dan Nasrani.
Setelah lulus mereka
dijadikan ujung tombak penghancuran Islam diIndonesia dengan dalih pembaharuan
dan modernisasi. Mereka dengan jas cendekiawan, ilmuwan, penampilan modermis
dan diplomasi intelektual memanipulasi hujjah lewat korupsi
dalil. Hasilnya, banyak umat islam tertipu dan terjebak dalam pemikiran
sesat serta pemahaman yang menyimpang dari kebenaran.
Kedua, Amerikanisasi sosial
politik ekonomi dan budaya melalui; pemberhalaan sistem masyarakat Barat
pendewaan sistem politik demokrasi, pengkultusan sistem ekonomi ribawi,
pengagungan budaya setan, dan lain sebagaiya.
Hasilnya, banyak
masyarakat muslim di Indonesia mengira bahwa apa yang datang dari Barat serba
super dan tak terkalahkan. Sehingga mereka menganggap bahwa melepaskan diri
dari sistem barat berarti kemunduran dan keterbelakangan.
Ketiga, memasok
barang-barang haram ke Indonesia sebesar-besarnya seperti ; VCD porno, ekstasi
/ narkoba, minuman keras dan mesin judi. Sehingga benda-benda setan tersebut
mudah didapat di daerah terpencil sekalipun.
Di sini menarik untuk
dicermati, karena fakta dilapangan menunjukan bahwa barang-barang haram
tersebut dijual dengan harga yang tidak masuk di akal seorang pembisnis.
Misalnya;
- VCD porno diobral seharga Rp.2500,- / keping,
padahal harga sekeping VCD bisa jatuh diatas itu. Tentu saja ini bukti
bahwa penyebaran dan penjualan VCD porno ditunjukan untuk merusak moral
umat bukan mencari keuntungan materi dari bisnis haram semata. Hasilnya,
hampir setiap hari terjadi tindak pemerkosaan dan pelecehan seksual
lainnya akibat VCD porno. Bahkan kini sering terjadi orang tua yang
memperkosa anak kandungnya sendiri, begitu pula kakek yang menzinahi cucu
kecilnya.
- Ekstasi / Narkoba diecer seperti permen
anak-anak, sehingga anak sekolah Dasar pun bisa membelinya. Tentu saja
penyebaran dan penjualan Ekstasi / Narkoba dilingkungan anak-anak dibawah
umur adalah upaya meleyapkan generasi penerus suatu bangsa. Hasilnya, kini
Indonesia dicekam kekhawatiran yang tinggi tetntang kemungkinan terjadinya
“The Lost Generation” yaitu “Generasi yang Hilang” akibat kejahatan
moral yang melanda anak-anak dibawah umur.
- Miras berbagai merk dalam dan luar negeri bisa
diecer / keteng dalam plastik-plastik kecil, sehingga siapa pun bisa
membeli dan meminumnya disembarang tempat. Dengan alasan miras tidak
dilarang peredarannya, maka secara leluasa pemasok melakukan penyebaran
dan penjualan miras diseluruh wilayah Indonesia. Hasilnya, diwarung kecil
dan setiap pelosok gang sempit, siapa pun bisa memperoleh miras dengan
mudah dan murah. Selanjutnya berbagai tindak kriminalitas akibat miras pun
tak bisa dibendung lagi.
- Kupon judi dicetak dengan berbagai bentuk dan
jenis yang menarin, serta diedarkan dari rumah ke rumah dilingkungan
masyarakat kecil, tidak terkecuali disekitar perumahan kumuh, bahkan
diiklankan dibanyak surat kabar secara terang-terangan. Janji kemenangan
dalam jumlah fantastis lewat taruhan kecil, telah membius masyarakat lemah
menjadi petaruhnya. Tentu saja peredaran kupon judi secara sistematis
dengan menjadikan wong cilik sebagai korbannya patut dicurigai sebagai
gerakan penghancuran tatanan moral ekonomi suatu bangsa hingga ke
akar-akarnya.
Jika dicermati lebih
seksama, ternyata pasokan barang haram dari luar, kemudian pusat peredarannya
didalam negeri berada ditangan sekelompok orang-orang kafir.
Bahkan, setelah
sekian lama mereka berhasil melakukan upaya memasoknya dari luar, kini didalam
negeri mereka mampu dan berani membuat penggandaan VCD porno. Pebrik Ekstasi /
Narkoba, pengoplosan miras standar luar dan pengelolaan judi bertaraf
internasional.
Dari sini lah kami
ingin mengatakan dalam berbagai bentuk dan jenis kemunkaran telah dijadikan senjata
perang oleh kekuatan asing yang jahat untuk menghancurkan moral secara
keseluruhan. Aneka ma’siat telah dijadikan amunisi yang ditembakan oleh musuh
ke arah moralitas bangsa dan rakyat Indonesia. Semua itu mereka lakukan dengan
tangan sendiri dan sekaligus menggunakan tangan para penkhianat bangsa yang ada
dinegeri ini.
Kita harus mengambil
pelajaran dari perang candu di China. Sebelum perang tersebut,
kekaisaran besar, kuat dan kokoh, serta tua dalam budaya. Kekuatannya setara
dengan kekaisaran romawi dan persia. Namun akhirnya harus tumbang di tangan
kerajaan Inggris yang tidak seberapa.
Kenapa kekaisaran
Cina tumbang ? Dengan licik pihak kerajaan Inggris memanfaatkan hubungan dagang
dengan kekaisaran Cina untuk menyelundupkan opium ke Cina secara besar-besaran
. lalu mempengaruhi para pejabat hingga rakyat jelata di Cina agar mengkonsumsi
opium tersebut. Sejarah mencatat kedahsyatan pengaruh opium di Cina, hingga
para tentara kekaisaran Cina yang kecanduan, tidak lagi mampu mengangkat
senjatanya, apalagi menggunakannya, tanpa batuan opium.
Pada saat Cina
berhasil diracuni dengan opium, dari pejabat hingga rakyat dibius dengan candu.
Barulah kerajaan Inggris mengerahkan balatentaranya. Kekaisaran Cina pun
tumbang dengan mudah.
Apakah kita tidak
berfikir, kalau saat ini Indonesia sedang diperlakukan sama seperti perang
candu di Cina, oleh kekuatan asing yang tidak suka persatuan dan
kesatuan negeri ini.
Ingat, pasca pembubaran
Uni Soviet yang diidentikkan dengan keruntuhan kekuatan komunisme
internasional, pihak Barat melihat Islam sebagai ancaman ancaman terbesar
bagi demokrasi barat yang menjadikan kapitalisme
sebagai senjata ekonominya dan sekularisme sebagai senjata
politiknya serta liberalisme sebagai senjata sosial budayanya.
Ingat, Indonesia adalah negara
kaum muslimin terbesar di dunia. Luas wilayahnya, kaya alamnya, subur
tanahnya, bagus cuacanya, banyak penduduk muslimnya, hidup gerakan Islamnya,
dan strategis letak geografisnya.
Ingat, Indonesia bagi Brat
merupakan ancaman serius, sehingga mereka melakukan berbagai upaya untuk
menghancurkan Indonesia. Di antaranya upaya mereka adalah penghancuran moral
mental spiritual bangsa Indonesia, untuk selanjutnya menguasai dan memecahbelah
negeri ini menjadi negeri-negeri kecil yang lemah.
Karenanya, bagi kami
menghadapi berbagai kemunkaran dan kema’siatan yang sengaja digalang oleh musuh
dan dijadikan senjata penghancur moral adalah suatu perang yang amat
mengerikan. Menghadapi perang semacam ini hanya bisa dijawab dengan perang
habis-habisan.
Ibarat musuh yang
sudah mengarahkan senjatanya ke tubuh kita, dan hanya tinggal menarik pelatuk
senjata tersebut, maka kita harus sambut secepatnya dengan menembak si musuh
terlebih dahulu. Jika kita diam dengan alasan sabar dan kesantunan, maka peluru
musuh akan menerjang dan merobek tubuh kita tanpa kompromi.
Nah, kehadiran
Risalah ini diharapkan mampu mengingatkan mereka yang lupa, membangun mereka
yang tidur, menyentakkan mereka yang bingung, menyadarkan mereka yang mabuk,
dan mengunggah mereka yang tidak peduli, untuk bersama-sama bangkit segera
membangun secara prifesional sistem yang kuat dalam penegakan amar ma’ruf nahi
munkar di dunia Islam, khususnya di bumi Indonesia sebagai negara berpenduduk
muslim terbesar di dunia saat. Isya Allah.
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !

Komentar
Posting Komentar